SMA Negeri 2 Purwokerto Studi Tiru Sekolah Sehat di SMA Negeri 1 Kutasari
Kutasari – Prestasi membanggakan yang diraih SMA Negeri 1 Kutasari sebagai Juara 2 Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada akhir tahun 2025 menarik perhatian berbagai sekolah. Salah satunya SMA Negeri 2 Purwokerto yang pada hari ini, Rabu (11/2/2026), melaksanakan kunjungan studi tiru dalam rangka belajar dan berbagi praktik baik tentang program Sekolah Sehat.
Rombongan SMA Negeri 2 Purwokerto tiba di SMA Negeri 1 Kutasari pada pukul 09.30 WIB dengan armada sekolah. Kedatangan tamu disambut hangat oleh Duta GenRe SMA Negeri 1 Kutasari yang dengan ramah memandu jalannya kunjungan.
Kegiatan diawali dengan berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat langsung budaya dan implementasi program Sekolah Sehat. Rombongan pertama kali berhenti di gazebo pameran karya siswa yang menampilkan produk lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah serta batik ecoprint berbahan dasar daun alami. Di lokasi tersebut, para tamu berdialog langsung dengan kader siswa yang bertanggung jawab atas produksi dan pengembangan karya tersebut.
Perjalanan dilanjutkan menuju Perpustakaan Wisata Ilmu “Smanik” yang pernah meraih juara tingkat nasional. Para tamu tampak antusias menyimak penjelasan mengenai pengelolaan perpustakaan yang nyaman, edukatif, dan mendukung literasi sehat di lingkungan sekolah.
Kunjungan berikutnya menuju gazebo kader kesehatan yang memproduksi minuman jamu dari tanaman toga dan bunga telang. Suguhan minuman segar bunga telang dan jahe hangat buatan siswa menjadi sajian istimewa yang meninggalkan kesan mendalam bagi rombongan. Rangkaian kunjungan berlanjut ke Kantin Sehat, ruang UKS, kebun toga dan tanaman sayur, kebun anggrek, gazebo eko enzim, hingga tempat pengolahan limbah SMA Negeri 1 Kutasari sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Setelah berkeliling, acara dilanjutkan dengan seremonial di ruang pertemuan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Kutasari, Ibu Kurnianingsih, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan permohonan maaf apabila kondisi sekolah belum sesuai ekspektasi rombongan, mengingat secara ukuran fisik SMA Negeri 1 Kutasari berbeda dengan sekolah favorit di Kota Purwokerto seperti SMA Negeri 2 Purwokerto yang memiliki segudang prestasi. Pada jalur SNBP terbaru, SMA Negeri 2 Purwokerto meraih peringkat 2 tingkat Provinsi Jawa Tengah, sementara SMA Negeri 1 Kutasari berada di peringkat 5.
Beliau menyampaikan bahwa sekolah kecil maupun besar memiliki tantangan masing-masing. Mungkin dari segi fisik bangunan dan fasilitas masih kalah dibandingkan sekolah yang lebih besar, namun beliau menegaskan bahwa SMA Negeri 1 Kutasari berkomitmen menanamkan karakter sehat sebagai budaya sekolah. Beliau juga memperkenalkan program unggulan ASA (Ada Sampah Ambil) sebagai gerakan pembiasaan peduli lingkungan yang terus ditanamkan kepada seluruh warga sekolah. Harapannya, melalui kunjungan ini kedua sekolah dapat saling belajar dan saling menguatkan.
Sambutan kemudian disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 2 Purwokerto, Ibu Cici Riyani, S.Pd., M.Pd. Beliau mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang luar biasa, termasuk suguhan minuman bunga telang dan jahe hangat hasil kreasiswa.
Beliau menyampaikan bahwa rombongan datang dengan niat belajar kapan pun, di mana pun, dan kepada siapa pun. Bukan berarti sekolah besar tidak perlu belajar, justru semangat untuk terus bertumbuh harus dimiliki oleh setiap satuan pendidikan. Menurut beliau, SMA Negeri 1 Kutasari sudah sangat baik dan terbukti mampu meraih Juara 2 Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Tengah sehingga menjadi inspirasi dan motivasi. Beliau juga menyampaikan bahwa setelah dari SMA Negeri 1 Kutasari, rombongan akan melanjutkan kunjungan ke SMA Negeri Bobotsari untuk belajar terkait program UKBI dan pengelolaan perpustakaan.
Acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan dari kedua sekolah sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi, kemudian pemaparan materi Sekolah Sehat oleh Ketua Tim Sekolah Sehat SMA Negeri 1 Kutasari, Ibu Feni Martinawati, S.Psi., yang menjelaskan strategi, program unggulan, serta tantangan dalam membangun budaya sehat di lingkungan sekolah.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi dalam menciptakan sekolah yang sehat, berkarakter, dan inspiratif.
